Akredia Masuk
Akredia untuk Pimpinan Perguruan Tinggi

Kesiapan akreditasi institusi dalam satu angka, satu dasbor, dan satu daftar tindakan setiap minggu

Akredia membantu rektor dan pimpinan menyiapkan akreditasi institusi dengan instrumen IAPT 4.1, sehingga keputusan diambil dari data, bukan dari laporan lisan menjelang tenggat.

Tanpa pendaftaran. Tamu hanya dapat melihat, tidak dapat mengubah data.

Mengapa sekarang

IAPT 4.1 (PerBAN-PT Nomor 35 Tahun 2025) menilai institusi lewat 4 kriteria, 39 indikator, dan 64 sub-indikator. Sebagian sub-indikator adalah syarat perlu: satu kegagalan saja menutup peluang peringkat yang dituju, berapa pun skor lainnya.

Di banyak kampus, persiapan masih tersebar di folder bersama, spreadsheet, dan grup percakapan. Pimpinan baru tahu ada masalah ketika tenggat sudah dekat: bukti kedaluwarsa, angka mahasiswa berbeda dengan PDDikti, atau narasi LED belum disahkan. Akredia memindahkan seluruh persiapan ke satu alur yang bisa dipantau, dan setiap bukti, angka, narasi, serta tugas tertaut ke sub-indikator yang dinilai asesor.

Yang Bapak/Ibu lihat dalam lima menit

Dasbor Eksekutif menjawab tiga pertanyaan rapat pimpinan: seberapa siap kita, apa yang menghambat, dan siapa yang harus bergerak minggu ini.

Dasbor Eksekutif dengan data demo Universitas Negeri Jakarta
Dasbor Eksekutif dengan data demo Universitas Negeri Jakarta (reakreditasi jalur Unggul). Angka kinerja adalah ilustrasi.
Indeks Kesiapan Akreditasi (AKI)Satu angka dari lima komponen: pemenuhan deskriptor, bukti, data kinerja, kematangan LED, dan ketepatan tugas, lengkap dengan tren 16 minggu.
Proyeksi skor dua jalurTerakreditasi dan Unggul dihitung berdampingan dari penilaian per sub-indikator, dengan ambang tiap jalur.
Syarat perlu yang gagalDisorot di bagian atas karena ini keputusan pimpinan, bukan pekerjaan operator.
Peta panas 39 indikatorHijau, kuning, dan merah langsung menunjukkan indikator yang perlu dibahas di rapat.
Langkah pimpinan minggu iniDisusun otomatis: tugas lewat tenggat, selisih data PDDikti, akreditasi prodi yang segera berakhir.
Setiap angka bisa diklikKartu dan grafik membuka daftar rinci di baliknya, sampai ke PIC dan buktinya.

Sebelum dan sesudah Akredia

PekerjaanTanpa AkrediaDengan Akredia
Mengetahui kesiapanLaporan lisan Ketua LPM di rapatAKI, tren mingguan, dan proyeksi skor di dasbor
Memilih jalur Terakreditasi atau UnggulPerkiraan berdasarkan pengalamanSimulasi skor dan cek syarat perlu per jalur, lalu jalur dikunci pimpinan
Mengumpulkan buktiFolder bersama, nama berkas tidak seragamPustaka bukti bernomor, berversi, divalidasi orang kedua, dengan pengingat kedaluwarsa
Menulis LEDSatu berkas Word dikirim bolak-balikEditor per sub-indikator dengan batas kata, sitasi bukti, angka otomatis, dan riwayat revisi
Rasio dan tabel LKPTSpreadsheet manual, rawan beda angka18 metrik dihitung dari data kinerja; 12 tabel LKPT siap ekspor XLSX
Mencocokkan dengan PDDiktiBaru ketahuan saat asesmenRekonsiliasi dengan tingkat keparahan dan alur investigasi
Mengendalikan tindak lanjutDaftar di grup percakapanTugas, Kanban, kalender tenggat, eskalasi otomatis ke manajer
Menyiapkan asesmen lapanganGladi tanpa daftar pertanyaanJadwal sesi, narasumber, bank pertanyaan per kelompok, status gladi

Peran Akredia di tiap tahap persiapan

Akredia mengikuti peta jalan 12 bulan menuju pengajuan. Pimpinan cukup hadir pada dua keputusan; pekerjaan harian dipantau lewat dasbor.

  1. T-12 s.d. T-10 bulanBentuk tim, pilih jalur64 butir kerja dibuat otomatis lengkap dengan PIC dan reviewer; simulasi skor jalur Terakreditasi dan Unggul.
  2. Keputusan 1: pimpinan mengunci jalur akreditasi.
  3. T-10 s.d. T-6 bulanRapikan data, kumpulkan buktiPustaka bukti berversi dengan validasi empat mata; impor data kinerja dan 18 metrik IAPT terhitung otomatis.
  4. T-6 s.d. T-3 bulanTulis LED, susun LKPTEditor LED per sub-indikator dengan batas kata; 12 tabel LKPT; rekonsiliasi angka dengan PDDikti.
  5. Keputusan 2: gerbang Siap Diajukan, semua syarat perlu terpenuhi.
  6. T-3 s.d. T-1 bulanKunci data, sahkan, ajukanKunci data TS; pimpinan mengesahkan narasi LED; ekspor LED (DOCX) dan LKPT (XLSX) untuk SAPTO.
  7. Pasca pengajuanAsesmen kecukupan dan lapanganPortal bukti publik untuk asesor; jadwal sesi, narasumber, bank pertanyaan, dan gladi.

Coba dalam 15 menit

Cukup peramban, tanpa instalasi. Data yang tampil adalah data demo Universitas Negeri Jakarta yang disusun untuk menjelaskan fitur Akredia.

  1. Klik Masuk sebagai tamu, atau masuk dengan akun rektor@unj.akredia.test (kata sandi Demo#2026akredia).
  2. Lihat Dasbor Eksekutif: AKI, proyeksi skor, dan syarat perlu yang gagal. Klik kartunya untuk melihat sub-indikator, PIC, dan bukti yang kurang.
  3. Buka Simulasi Penilaian, centang sub-indikator yang akan dipenuhi, dan lihat proyeksi skor jalur Unggul berubah.
  4. Buka Penyusunan LED dan baca narasi yang sudah disetujui reviewer dan disahkan pimpinan.
  5. Buka Panduan Pimpinan untuk peta jalan, cara membaca dasbor, dan peran pimpinan di setiap tahap.
Simulasi Penilaian
Simulasi Penilaian: dampak setiap sub-indikator pada proyeksi skor dan syarat perlu.

Uji coba 30 hari di kampus Anda

Dalam 30 hari kampus sudah punya AKI pertama dari data sendiri dan daftar celah untuk rapat pimpinan. Akredia berdiri sendiri, sehingga tidak mengganggu sistem yang ada.

Minggu 1Rektor menunjuk Ketua Tim Akreditasi. Institusi didaftarkan, varian instrumen dipilih, akun pimpinan dan PIC dibuat.
Minggu 2PIC menerima butir kerja. Data dosen, mahasiswa, dan lulusan diimpor dari XLSX/CSV; metrik terhitung otomatis.
Minggu 3PIC melakukan penilaian mandiri dan mengunggah bukti yang sudah ada. Reviewer memvalidasi bukti.
Minggu 4Rapat pimpinan memakai Dasbor Eksekutif: memilih jalur, menetapkan tindak lanjut, dan memutuskan kelanjutan.

Komitmen pimpinan cukup tiga: menunjuk ketua tim, meminta PIC memakai Akredia sebagai satu-satunya tempat bukti, dan membuka dasbor di rapat pimpinan setiap minggu.

Data, keamanan, dan biaya infrastruktur

  • Di server kampus sendiri. Cukup hosting cPanel dengan PHP 8.3 dan MySQL 8, tanpa Node.js, Redis, atau layanan berbayar tambahan.
  • Hak akses per peran. Delapan peran, cakupan unit, dan kerahasiaan dokumen per unit.
  • Prinsip empat mata. PIC tidak mereviu butirnya sendiri, pengunggah tidak memvalidasi buktinya sendiri, pelaksana CAPA tidak memverifikasi dirinya sendiri.
  • Jejak audit dan autentikasi dua langkah. Setiap perubahan penting tercatat dan dapat diekspor.

Pertanyaan yang sering diajukan pimpinan

Apakah ini menambah beban kerja tim?

Tidak. Pekerjaannya sama: menilai, mengumpulkan bukti, menulis LED. Bedanya, semua di satu tempat sehingga waktu mencari berkas dan menyamakan angka berkurang.

Apakah instrumennya sesuai jenis kampus kami?

Akredia memuat delapan varian Buku 3 IAPT 4.1, termasuk PTN-BH, PTN, PTS, vokasi, dan PJJ. Deskriptor dan syarat perlu dapat diperbarui admin bila BAN-PT merevisi lampiran.

Bisakah memakai data yang sudah ada?

Bisa. Data dosen, statistik prodi, kohort, publikasi, dan survei dapat diimpor dari XLSX atau CSV.

Apakah AKI sama dengan nilai BAN-PT?

Tidak. AKI dan proyeksi skor adalah alat manajemen internal. Keputusan akreditasi sepenuhnya kewenangan BAN-PT.

Bagaimana jika pengajuan sudah dekat?

Justru paling bermanfaat. Gerbang Siap Diajukan, cek syarat perlu, rekonsiliasi PDDikti, dan bank pertanyaan asesmen lapangan membantu menutup celah dalam hitungan minggu.

Lihat sendiri dengan data demo UNJ

Masuk sebagai tamu dan jelajahi dasbor, kertas kerja, LED, dan simulasi skor. Tamu hanya dapat melihat.